Disini adalah sikap lemah lembut rasulullah ( moga dapat di contoh )
nu'aim meriwayatkan dari Anas RA yang berkata, "Bahwa Rasulullah saw adalah termasuk orang yang lemah lembut. Demi Allah beliau tidak menolak ketika seorang hamba laki-laki maupun perempuan dan anak kecil yang memberi air, meskipun pada pada pagi hari yang sangat dingin, beliau tetap membasuh muka dan kedua lengannya. Bila ada yang bertanya, beliau mendekatkan telinganya. Beliau tidak akan menghentikan sebelum orang yang bertanya berhenti. Tak seorang pun menerima uluran tangan Rasul kecuali beliau menyodorkannya(jabat tangan). Beliau tidak akan melepaskan lebih dahulu."
Thabrani meriwayatkan dari Abu Ghalib ia berkata, "Aku pernah berkata kepada Abi Umamah, ada hadits yang sampai kepada kami. Kudengar dari Rasulullah saw katanya: "Hadits Rasulullah saw itu adalah memperbanyak dzikir, memendekkan khutbah, dan memperpanjang shalat, tidak merendahkan, dan tidak enggan pergi dengan orang miskin serta orang lemah, sampai akhirnya terpenuhi kebutuhannya."
Ibu Majah meriwayatkan dari Anas ra. ia berkata, "Bila seorang anak perempuan dari sekian banyak anak-anak di Madinah datang lalu memegang tangan Rasulullah saw, maka beliau tidak akan melepaskan pegangganya, sampai akhirnya anak itu pergi sendiri."
Thabrani meriwayatkan dan Hasan bin Ali RA bahwa Ia pernah bertanya kepada ayahnya tentang sebagian sifat-sifat Rasulullah SAW di antara tanya jawab itu adalah sebagai berikut:
Hasan berkata,
"Aku bertanya kepada ayahku tentang keluarnya Rasulullah SAW dan rumah, dan apa yang diperbuat Rasul saat keluar?"
Ali menjawab,
"Rasulullah SAW selalu menjaga lisannya (tidak bicara) kecuali yang (dibutuhkan orang). Beliau bergabung dengan mereka dan tidak mcnghindar. Pemimpin setiap kaum memuliakan dan mengangkat beliau sebagai wali mereka. Memberi peringatan kepada manusia dan menjaga mereka tanpa menutupi keburukan dan akhlaknya. Mengun jungi para sahabatnya. Bertanya kepada manusia apa yang terjadi di tengah mereka. Mengatakan baik terhadap sesuatu yang baik dan menguatkannya. Mengatakan buruk terhadap sesuatu yang buruk dan melemahkannya (membuatnya menjadi lemah tak berdaya dengan cara mencegah dan melarangnya). Mengambil jalan tengah dalam menghadapi suatu urusan tanpa menimbulkan pertentangan. Tidak mudah lalai, karena khawatir orang-orang juga akan lalai atau me nyeleweng. Mempunyai kesiapan untuk setiap kondisi. Tidak memo- tong kebenaran atau memperbolehkannya. Terbaik di antara orang- orang yang lemah-lembut. Paling serasi tentang apa pun yang ada pada dirinya. Paling banyak menyebarkan nasihat. Apa pun yang ada pada dirinya adalah yang paling agung derajatnya, dan paling baik bantuan serta pertolongannya."
Hasan berkata lagi, "Bagaimana Rasulullah duduk?"
Aku bertanya kepada ayahku,
Ayahku menjawab,
"Rasulullah SAW tidak duduk dan tidak bangun kecuali dengan berdzikir. Tidak tinggal di sembarang tempat dan melarang hal itu. Apabila tiba di suatu kaum, beliau duduk pada deretan paling ujung dan menyuruh demikian. Memberi kepada mereka masing-masing tempat duduk. Teman duduknya tentu tidak mengira bahwa ada sese- orang yang Iebih dihormati daripada beliau. Siapa pun yang diminta duduk atau berdiri karena suatu keperluan, beliau menyuruh bersabar, sehingga ia akan pindah sendiri. Siapa pun yang meminta bantuan, maka Ia tidak akan menolak, bahkan beliau langsung melaksanakan- nya, atau hal yang lebih ringan dan sekedar ucapan. Menyuruh manu- sia melapangkan tempat dan akhlak. Dengan itu semua, beliau menjadi bapak bagi mereka (dan mereka menjadi anak bagi beliau). Bagi beliau kebenaran semua sama. Majlisnya adalah majlis yang penuh dengan welas asih, rasa malu, sabar, dan memegang amanat. Tidak ada suara yang diucapkan dengan nada tinggi. Yang haram tidak diolok- olok, yang salah tidak dikucilkan, sederhana, saling berlomba dalam ketakwaan, saling meredahkan diri, yang besar dihormati. dan yang kecil disayangi. Mereka mendahulukan kepentingan orang yang punya keperluan dan menjaga orang asing."
Hasan berkata lagi,
"Lalu aku bertanya kepada ayahku tentang sikap atau tingkah laku beliau di antara teman-temannya."
Maka ayahku berkata,
Rasulullah SAW selalu tampak gembira, halus budi pekertinya, ramah-tamah, tidak buruk akhlaknya, tidak keras sikapnya, tidak cern- berut, tidak kelewat batas, tidak suka menghina, tidak bercanda, mu- dah melupakan apa-apa yang tidak penting, tidak membuat putus asa orang yang hendak meminta bantuan kepadanya, tidak membuatnya kecewa, membiarkan manusia (untuk meniru) tiga hal; tidak mencela dan menghina seseorang, tidak meminta (untuk mengatakan) rahasia pribadi; tidak berbicara kecuali dalam hal-hal untuk meminta pahala Nya. Apabila beliau berbicara, orang-orang lain senantiasa menunduk- kan kepala, seakan-akan di atas kepala mereka ada burung. Bila beliau berbicara mereka diam, dan baru setelah beliau diam mereka ber- bicara. Tidak ada pertentangan (perdebatan) selagi ada beliau. Mere- ka tertawa apabila ada sesuatu yang membuat tertawa. Takjub ter- hadap sesuatu yang membuat mereka takjub. Bersabar kepada orang asing yang berbicara kasar dan dalam urusannya, sampai-sampai para sahabatnya ribut karena hal itu. Jika demikian maka beliau bersabda,
"Apabila kalian melihat orang yang mempunyai keperluan, to- longlah. Pujian tidak diterima kecuali yang sewajarnya. Jangan me- motong pembicaraan seseorang sampai ia selesai berbicara."
Inilah beberapa contoh sikap Rasulullah SAW ketika bersama dengan orang-orang mukmin. Rendah diri dan selain mengulurkan bantuan kepada mereka. Sekarang kembalikan contoh-contoh yang sudah terpapar ini dengan ayat yang menyuruh beliau berbuat seperti itu. Cari sepuluh orang, atau bahkan satu orang saja yang bisa me- nyamai karakter beliau dalam memperlakukan orang-orang yang le- mah, tidak mampu, orang besar, anak kecil, para pemimpin, atau pun para pengikutnya dengan cara yang sama tanpa membeda-bedakan.
Hal ini bukan sekedar satu bentuk human karakter pada diri se- seorang kalau bukan karena Allah mendidiknya dan memang orang itu benar-benar mempunyai kadar keimanan prima, taat, dan berserah diri kepada Tuhan.
»» read more